8 x 3 = 23

Friday, August 20, 2010
Perna denger kata2 ini ? "8 x 3 = 23", klo ga salah inget, pendeta yang kotbah di gereja g bilang ada dibuat buku. Mungkin ada yang da perna denger, ada yang belom.. G mau berbagi aja si tentang cerita ini di sini, buat yang belom perna denger, dan mungkin beberapa pandangan yang disampaikan oleh pendeta g itu..

Jadi ceritanya begini :

Suatu hari ada 2 orang sedang ngobrol. Yang pertama namanya si A, orangnya pinter, sedangkan yang kedua namanya si B, orangnya kurang pinter. Dan seperti inilah percakapan di antara mereka :

B : "eh.. kalo lu pinter, coba g tanya, brapa hasilnya 8 x 3 ?"
A : "ahhh.. kalo itu mah, semua orang juga tau kali.."
B : "ya berapa dunks.."
A : "8 x 3 ya 24"
B : "salah tauu.. "
A : *bengong* "eh.. kok salah ?"
B : "iya, 8 x 3 itu bukan 24 tapi 23" *sambil senyum senang.. karena bisa salahin orang pinter*
A : "eh.. mana bisa 23.. di mana2 juga namanya 8 x 3 itu ya 24, itu uda ilmu pasti, ga mungkin berubah.." *tambah bengong..*
B : "yah.. ga percaya dia.. klo kamu ga percaya, ayo kita tanya Guru kita yang pinter itu.. pasti dia bilang 23.. klo dia ga bilang 23, g potong leher g."
A : "ah lu.. gituan aja pake potong leher.. ga usa laa.."
B : "gaa.. pokoknya klo dia bilang g salah, 8 x 3 bukan 23, g potong leher g."
A : "ya terserah lu la.. yok kita tanya sama Guru.."

Lalu mereka berdua pun pergi ke rumah Guru mereka yang tersohor pintar dan bijaksana itu. Sesampainya di rumah Guru, si A menceritakan kepada si Guru mengenai perdebatannya dengan si B tentang brapakah 8 x 3, dan apa yang akan dilakukan si B jika ternyata dia salah. Lalu Guru merekapun akhirnya memberikan jawaban.

Pas sampe situ, g pikir si Guru pasti kasi jawaban yang bener dunks ya. Kan dia Guru pinter gitu ya, masa jawabannya salah..

Lalu, Gurupun menjawab..

A : "Jadi Guru, berapa 8 x 3 ? 24 kan ya"
B : "23 kan ya Guru.."
G : "8 x 3 adalah....... 23"

Wogh.. kok Gurunya ikutan oon ya.. pikir g hahaha.. Dan ceritapun berlanjut..

B : "Tuh kan A, g bilang juga apa.. 8 x 3 itu 23.. lu si dari tadi ga percaya sama g."
A : "Ah.. kok bisa si.." *bengong sebengong2nya.. sama kaya g yang bengong waktu denger kalimat si Guru*
B : "Kan Guru uda bilang klo g bener.. Dah ah, g mo balik.. "

Lalu B pun pulang ke rumah dengan hati gembira penuh kemenangan. Jarang2 bener dia menang pinter dari si A, bahkan sang Guru sendiri yang membenarkan jawaban dia.. Karena si A ga puas, maka setelah B pulang, si A tanya lagi ke Guru..

A : "Guru.. kok bisa 23, kan nih Guru.. 8 x 3 tu kan 8 + 8 + 8 sama dengan 24, kok bisa jadi 23 si? Gimana si Guru.."
G : "Jadi gini.. bener kok kamu klo 8 x 3 itu 24, bukan 23"
A : "Lah tus, kenapa tadi Guru bilang 23?"
G : "Gini.. klo tadi aku bilang 24, menurut kamu apa yang akan terjadi?"
A : "Ga tau.. memang apa yang terjadi ?"
G : "Klo tadi aku bilang 24, si B akan potong leher.. dengan tadi aku bilang 23, aku menyelamatkan 1 nyawa.. si B ga akan perlu potong leher hanya untuk hal yang sepele."

Sampe sini, g baru ngeh, kenapa Guru itu ga kasih tau yang bener, tapi sengaja ngasi yang salah untuk membenarkan si B. Semacam white lies gitu, berbohong demi kebaikan.

Tapi setelah itu, pendeta nya bilang gini. "Memang, si Guru menyelamatkan 1 nyawa si B, saat dia bilang 8 x 3 itu 23. Tapi apakah dia berpikir, bahwa dengan dia membenarkan si B, si B akan percaya seterusnya bahwa 8 x 3 itu 23. B akan memberitahukan ke semua keturunannya bahwa 8 x 3 itu 23. Sampai akhirnya semua keturunan B akan punya kepercayaan yang salah kaprah tentang 8 x 3. Menurut anda apakah kebenaran harus dikorbankan untuk menyelamatkan nyawa 1 orang, tapi mungkin membahayakan nyawa banyak orang nantinya.."

Hmm.. bener juga ya, seperti dulu g juga perna tulis, bahwa kebenaran itu semenyakitkan apapun harus tetap disampaikan. Yang benar tetap benar, yang salah tetap salah. Ga bisa hanya untuk alasan sesaat, kebenaran dibilang salah, yang salah dibilang benar.. Untuk sesaat mungkin terlihat itu baik, tapi tetap itu tidak benar. Dan ketidakbenaran memiliki efek ke belakang yang lebih buruk dibanding kebenaran yang harus disampaikan walopun mungkin menyakitkan.

Terutama jika yang bicara adalah orang yang dikenal punya kepandaian lebih yang dipercaya oleh orang banyak. Karena itu, berhati2lah dengan ucapan kita, terutama pada orang yang sangat mempercayai kita, jangan pernah membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

Akhir kata, seperti ada tertulis :

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Matius 5 : 37)

Labels: ,

 
posted by Me at 6:17 PM, |

4 Comments:

nice, thanks udah berbagi cerita ini ^^
sama2 pit :)
ooo..
tak pikir hasilnya 888..
ato 33333333..

*kadar truth-nya lebih mendekati kebenaran kan ya? haha
hmm.. bener juga ya hahah..